F O L L O W ER S

Wednesday, December 21, 2011



Kepada :

Jodohku di Masa Depan

Assalamualaikum…

Dear jodohku…..Apa kabar? Semoga selalu dalam dekapan kasih sayang Allah swt yah…amien…

Dear…Sebelumnya aku tak pernah mengira pertemuan singkat itu akan berakhir indah seperti sekarang ini.

Ya….waktu kita bertemu di tempat itu….

Waktu kau bahkan tak menyapaku sedikitpun.

Kau hanya memasang tampang lugu, sambil tertunduk malu entah kenapa..

yang baru ku tau sekarang bahwa pada saat itu kau sedang melakukan “ghaddal bashar” yang kau lakukan untuk menjaga pandanganmu dari yang tidak seharusnya kau pandang.

Dear… tahukah kamu?? Bahwa sebelum bertemu denganmu pernah ada sebuah nama yang tertulis di sudut hatiku, nama itu mendekam lama di dasar hati, dan terperangkap tanpa bisa menyeruak keluar dari hatiku. Namun begitu engkau datang, namanya sirna tanpa sisa, hilang tak berbekas dan tergantikan oleh namamu…ya….namamu…hanya namamu..

Dear…tahukah engkau bahwa sejak kecil aku selalu memimpikan jodohku nanti adalah pangeran tampan yang baik hati dan romantic di kisah cinderela…pangeran tampan yang memberiku sekuntum mawar atau sebatang cokelat…. pangeran tampan yang mengajakku berdansa dengan indahnya…pangeran tampan yang menuntunku masuk ke dalam mobil mewahnya dan mengajakku berkeliling dunia….pangeran tampan yang membawaku tinggal di istananya yang megah nan luar biasa…

Tapi…tahukah engkau bahwa setelah aku bertemu dengan engkau, tak pernah lagi aku terbuai mimpi indah masa kecilku..yang aku tau setelah bertemu denganmu, tak perlulah pangeran tampan, cukuplah engkau..pria berwajah teduh, menyejukkan dan bersinar karna selalu kau sirami dengan percikan air wudhu yang suci..,

tak perlulah pangeran tampan yang memberiku setangkai mawar merah atau sebatang cokelat, cukuplah engkau yang selalu memberiku seulas senyum nan tulus di setiap kali aku memandang wajahmu, tak perlulah pangeran tampan yang mengajakku berdansa mesra…

cukuplah engkau yang selalu lembut melingkarkan tanganmu ke tubuhku ketika aku tengah memasak, mengecupku, menggodaku dan kemudian dengan begitu ringan tangan dan tak malu malu membantuku menyiapkan bahan masakan untuk makan malam kita…

tak perlulah pangeran tampan yang menuntunku ke dalam mobil mewahnya, cukuplah engkau yang dengan semangat mengajakku berjalan kaki sambil berlari lari kecil di alun alun setiap akhir pekan, dan menggendongku dengan sekuat tenaga ketika aku nampak pucat keletihan tanpa mempedulikan keringatmu bercucuran karna itu…

tak perlulah pangeran tampan yang membawaku tinggal di istana yang megah..cukuplah engkau membawaku ke rumah mungil penuh cinta yang selalu kita hiasi dengan nada nada syahdu dari suara kita yang tengah menyenandungkan ayat ayat cintaNya…,,

bersahutan dengan suara bayi kembar kita nan tampan laksana yusuf dan nan cantik dengan pipi bersemu merah jambu laksana khumaira….

Dear….denganmu,…tak perlulah..aku menuntut engkau menjadi sesempurna pria idaman yang ku inginkan dahulu…cukuplah aku menerimamu dengan apa adanya dirimu yang luar biasa bagiku….



When I see your face

There’s not a thing that I would change

Cause you’re amazing

Just the way you are

And when you smile,

The whole world stops and stares for awhile

Cause you’re amazing

Just the way you are”

-Bruno Mars-

Dear…denganmu…tak perlulah engkau menjadi seperti pangeran tampan dalam taman impianku….karna aku juga bukan cinderela…karna kamu adalah kamu…karna aku adalah aku…maka cukuplah kita adalah kita..

Demikian surat ini kusampaikan dengan penuh cinta, cintaku kepadamu. cinta suci yang merupakan anugerah tiada terkira dari Sang Maha Pecinta…

No comments:

Post a Comment